“jadi,
gimana makanannya? Enak kan?” tanya Romy. “enak kok enak. Ini udah mau nambah.”
Ujar gue sambil bertingkah pengen nambah. “hehe, iya ini mau nambah”sambung
Billy sambil bertingkah sama kayak gue. “yaudah-yaudah, mending kalian terusin
deh makannya.
Gue mau ada foto-foto dulu. haha” Ujar Romy sambil bisik-bisik ke gue dan Billy. “hehe oiya iya, mending lo foto-foto dulu deh, biar gue bisa habisin ini makanan. Hehe”ujar gue sambil menahan rasa muntah. “oke, gue tinggal dulu ya.” Romy pun pergi dengan istrinya. “gila, ini makanan paling aneh selama gue dateng ke nikahan orang.” Ujar gue. Romy mengangguk.
Gue mau ada foto-foto dulu. haha” Ujar Romy sambil bisik-bisik ke gue dan Billy. “hehe oiya iya, mending lo foto-foto dulu deh, biar gue bisa habisin ini makanan. Hehe”ujar gue sambil menahan rasa muntah. “oke, gue tinggal dulu ya.” Romy pun pergi dengan istrinya. “gila, ini makanan paling aneh selama gue dateng ke nikahan orang.” Ujar gue. Romy mengangguk.
Brek suara tutup mobil. “thanks ya jon” terima kasih Billy. “oke” bales gue. Gue pun melanjutkan perjalanan ke rumah gue.
Keesokan paginya. Gue turun kebawah untuk sarapan. “pagi ma, pagi pa” sapa gue ke nyokap dan bokap gue. “em, iya jon, sini sini sarapan.” Ajak bokap gue. “iya pa” nurut gue. Saat itu di meja makan sedang ada nyokab gue, bokap gue, dan adek gue. “papa mau bilang ke kamu jon, beberapa minggu lagi kan kakak kamu wisuda, jadi, papa pengen kamu bawa pacar kamu kesana? Bisakan?” terang bokap. “keselek. Pacar pa?” tanya gue. “iya pacar, kenapa? Jangan bilang kamu nggak bisa? Masa kamu kalah sama kakak kamu?, dia dari SMA udah digilain sama cewek-cewek, kamu yang sekarang udah kuliah ngga punya sih?” ujar bokap. “digilain ya pa?” bingung gue. “i iya pa nanti joni bawain.” Ucap gue sambil ngerasa nggak yakin. “joni ke rumah Billy dulu ma pa.”bilang gue. “oh, hm iya iya. Hati-hati, diluar banyak kuli bangunan, kadang mereka nggak mandi 3hari. Haha” ujar bokap sambil bisik-bisik lalu ketawa. “hehe”meringis gue. Kemudian gue salim ke nyokab dan bokap gue.
Brak suara tutup mobil. Sejenak gue berfikir didalam mobil. Akan kah gue bisa dapetin cewek secepat itu? Dengan keadaan hati dan fikiran gue yang masih belum percaya tentang adanya cinta.
Ting tong
suara bel rumah Billy. Kreeek suara bukaan pintu. “masuk mas joni, mas Billynya
ada diatas” senyum mbok mbok rumah Billy. “iya mbok, makasih”salam gue. Kreeek
suara gue buka pintu kamar Billy. “eh, lu Jon, sini ikutan main” sapa Billy
yang saat itu sedang bermain game perang kesukaannya.
“Bil, gue mau ngomong nih” ujar gue. “hmmm” jawab billy sambil tetep main game. “bil, gue mau tanya serius nih” ujar gue agak maksa. “iyaa bilang aja” ujar billy. “bil, tempat didunia ini yang banyak cewek-cewek nyari pasangan dimana ya?” gue ngomong santai. Sentak Billy langsung berhenti bermain. “lu mau nyari cewek?” billy ngedeketin gue sambil bertanya dengan aneh. “i iyasih tanya nggak usah gitu juga kali” gue ngerasa nggak enak. “Jon, akhirnya sahabat gue yang selama ini hanya bisa memandang cinta orang lain, sekarang berusaha mencari cintanya? Mimpi apa gue? mimpi apaa?!, atau mungkin, ini gara-gara gue dapet bonus XP di PB tadi?” dengan dramatis Billy bercerita. Gue merasa aneh ngeliat kelakuan Billy. “ini keajaiban Jon. Ok, sekarang lu ikut gue” ajak Billy. “kita cari cinta lo!” yakinin Billy. Gue Cuma bisa ngerasa heran dan mengangguk-angguk tanda setuju.
Dengan keadaan sombong datanglah gue dan billy ke suatu taman, disana gue liat banyak banget pasangan-pasangan yang lagi mesra-mesraan, sekilas gue ngerasa aneh dengan ide Billy yang ngajak gue ketempat kayak gini. “Bil, sebenernya kita ngapain sih kesini?” tanya gue agak bingung. “Jon, disini adalah tempat favorit kalangan muda yang lagi pacaran, apa lo nggak ngeliat kalok disetiap tempat duduk banyak banget pasangan-pasangan yang lagi mesra-mesraan?” ujar Billy. Sambil berjalan-jalan, gue dan Billypun menemukan tempat duduk kosong, lalu kamipun duduk disana.
“capek juga ya jon jalan muterin ini taman, mana ada banyak yang lagi pacaran lagi, bikin pegel juga ini hati” ujar Billy sambil ngerasa capek.
Gue Cuma
bisa ngangguk-ngangguk.
Tiba-tiba
didepan kami melintas sepasang abg yang lagi gandengan.
“ih, kamu
bulet banget kayak panda, uh panda ku uuuh” ujar cewek ke cowoknya.
Gue dan
Billypun Cuma bisa ngeliatin mereka.
“Jon, itu
adalah saat-saat dimana kita lagi sayang-sayangnya” ujar Billy sambil melihat
kearah pasangan tersebut.
Gue
ngangguk-ngangguk.
“bohong”
kata gue.
“maksudlu
jon?” tanya Billy.
“iya
bohong, sayang mereka palsu” ujar gue.
“maksudnya?”
Billy makin bingung.
“kenapa
ketika mereka saling sayang, mereka mengungkapkannya dengan bukan nama asli
masing-masing. Mereka udah nggak jujur. Mereka udah memuulai kepalsuan” ujar
gue sambil memandang pasangan tadi kemudian berpandang lurus.
Keadaanpun
mulai terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian ada lagi sepasang abg jalan
dengan keadaan beda didepan gue dan Billy.
“sayang
sayang tunggu dong” ujar cowok.
“udah deh
rik, gue udah punya cowok lagi, lo nggak usah ngejar-ngejar gue lagi.” Ujar
ceweknya.
“please,
gue nggak mau kehilangan lo” katanya si cowok.
“biarin
gue pergi rik” kata ceweknya selagi tangannya ditahan sama cowoknya.
Dan
keadaan beberapa detik itu terjadi tepat didepan kursi gue dan Billy, deket
banget lagi. Lalu mereka melihat kearah gue sama Billy. Serentak gue sama Billy
pura-pura ngelakuin hal yang lain selain ngedengerin telenofela barusan.
Mereka
pun melanjutkan drama perpisahan mereka. Hingga keadaan mereka agak
jauh.
“sampai
segitu ya jon mereka kalok mau putus, cowoknya juga, udah tau ceweknya udah
punya cowok lagi, masih aja dikejar” ujar Billy.
“kadang,
harus beberapa kali sakit hati dengan orang yang sama untuk bisa berhenti
mencintai orang itu. Mungkin cowok tadi udah ke sekian kalinya disakiti itu
cewek. Huuh, dunia cinta itu ribet ya Bil” ujar gue.
“jiwa
aneh lo emang nggak bisa luntur ya Jon” Billy pun merasa agak santai.
“gue mau
tanya ke elo, sebenernya tipe cewek lo gimana sih Jon?” tanya Billy.
“tipe
cewek? Gue nggak ada tipe tipean Bil” jawab gue.
“Jon, ini
bukan masalah lo nggak punya tipe, tapi sampai saat ini belum ada yang bisa
buat hati lo luluh karena cinta, dan ketika itu terjadi, siapa yang meluluhkan
itu adalah tipe cewek lo” yakinkan Billy.
“ah, lu
Bil, udah yuk balik” ajak gue.
“yaa,
dikasih tau malah ngajak balik, yaudah, kebetulan gue laper” Billy dan guepun
beranjak dari taman itu.
to be continue
No comments:
Post a Comment