Waktu sore disebuah cafe
yang penuh dengan suasana romantis, diiringi musik klasik yang menambah rasa
hangat kasih pada sore itu. “bil, lo liat deh pasangan abg yang duduk dimeja
nomor 12” ujar gue. “iyah, kenapa?” respon billy. “liat deh, apa yang mereka
lakuin itu menurut mereka adalah sebuah hal yang romantis.
Tapi
apakah romantis harus kaya gitu
ya? Saling geli-gelian gitu? Puji sana puji sini?”
ujar gue.
“jon, setiap pasangan didunia ini bakalan
memiliki type romantisnya sendiri-sendiri, entah meluapkannya dengan saling
puji, atau geli-gelian, bahkan sampai mereka saling hinapun, itu bisa aja bagi
mereka adalah sebuah hal yang romantis.”ujar Billy.
“tapi, kenapa ya, semua orang bisa
tergila-gila karena cinta? Bahkan mereka bisa sangat percaya sama adanya
cinta?”tanya lagi gue.
“berarti lo nggak percaya cinta dong? Kalok
lo nggak percaya cinta lo nggak bakalan nikah?” seru Billy.
“makasih mbak” ujar gue sambil ngambil
pesenan dikasih. Lalu beranjak pergi dari cafe itu.
“bukan gitu. Jadi gini, kenapa sih mereka
bisa dengan mudahnya tergila-gila karena cinta? Hingga mereka meyakini bahwa
cinta itu bisa dapat mereka percaya? Bukannya setiap cinta bakalan berakhir
dengan perpisahan? Dan perpisahan bisa bikin masing-masing dari mereka sakit
hati. Berarti, selama ini, mereka menanam rasa sakit hati dalam menjalani
sebuah hubungan, dan entah kapan mereka akan ketemu sama rasa sakit hati itu.” Ujar gue sambil berdiri didepan
pintu cafe dengan memandangi abg yang bermesraan di meja cafe nomor 12.
“ya mungkin sih, abg jaman sekarang lebih
mikirnya sesaat. Yaaa nama juga abg, biarin ajalah mereka seneng-seneng. Eh,
mobilo tadi parkir dimana?” terang Billy.
“itu disana” tunjuk gue sambil melangkah
kearah mobil.
Brek suara tutup mobil.
“eh, ini udah jam 10, yok
buruan ke akad Romy!” ajak Billy.
“lo ribet banget udah kayak
pergi ke sunatan ketua kelas.” Canda gue. “haha, inget gue Jon, nggak kerasa ya
kayak baru kemaren aja kita SD. Haha” teringat Billy.
Kita pun pergi ke akad nikah Romy.
Brek suara
tutup mobil.
“gimana? Gue udah pas belom?”tanya gue.
“yaelah jon, kata-kata itu bakalan lo
tanyakan ketika lo menghadiri kondangan temen lo, tapi lo bawa pasangan, bukan
sama gue, emang gue homo.” Ujar Billy.
“udah yok, lu udah pantes kok” ajak
Billy.
Gue ngikut apa kata Billy, dan kami berduapun masuk kerumah Romy. “saya terima nikahnya Melati Kusuma Widya binti Bambang Tri Kusuma dengan maskawin seperangkat alat sholat dan .........” ijab Romy.
“sah? Sah? Saaah.. Alhamdulillah”
suara penghulu dan saksi-saksi ijab Romy.
“tuh Jon, pernikahan adalah naungan
terakhir kita dalam prinsip cinta didunia.” Ujar Billy.
Gue Cuma bisa diem, ngeliatin Romy yang sedang merasa haru karena ijabnya berjalan sukses.
Ketika gue sama Billy
ngambil makanan di prasmanan, dan pas gue makan.
“pfff.. makanan apa nih?
Udah kayak ngerasain ketek kuli bangunan yang nggak pernah mandi 3 hari tau
nggak!” ujar gue sambil pengen muntah makan makanan yang disediain.
“iya nih, kayak ngerasain
ketek kuli bangunan yang nggak pernah mandi 3 hari tapi mereka pakek deodoran.
Burket banget.” Ujar Billy yang sambil nahan muntah.
“emang lo pernah ngerasain
burket kuli bangunan yang nggak pernah mandi 3 hari?” tanya gue sambil ngerasa
jijik.
“ya nggak pernah lah”
perjelas Billy sambil berusaha biar nggak muntah. tiba-tiba Romy datang sama
istrinya.
“hey yoo, Joni, Billy.
Gimana gimana? Kenalin, ini istri gue. Sayang, mereka ini adalah temen-temen
aku.” Ujar Romy.
“Joni” kenalin gue.
“Melati” kenalin Istrinya
Romy.
“Billy” kenalin
Billy.
“Melati” kenalin Intrinya
Romy.
“jadi, gimana makanannya?
Enak kan?” tanya Romy.
“enak kok enak. Ini udah
mau nambah.” Ujar gue sambil bertingkah pengen nambah.
“hehe, iya ini mau
nambah”sambung Billy sambil bertingkah sama kayak gue.
“yaudah-yaudah, mending
kalian terusin deh makannya. Gue mau ada foto-foto dulu. haha” Ujar Romy sambil
bisik-bisik ke gue dan Billy.
“hehe oiya iya, mending lo
foto-foto dulu deh, biar gue bisa habisin ini makanan. Hehe”ujar gue sambil
menahan rasa muntah.
“oke, gue tinggal dulu ya.”
Romy pun pergi dengan istrinya.
“gila, ini makanan paling
aneh selama gue dateng ke nikahan orang.” Ujar gue.
Romy mengangguk.
Brek suara
tutup mobil.
“thanks ya jon” terima kasih Billy.
“oke” bales gue. Gue pun melanjutkan
perjalanan ke rumah gue.
to be continue....
No comments:
Post a Comment